


Padang, Humas — Upaya memperluas layanan pendidikan inklusif di madrasah kembali ditegaskan melalui pelantikan Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Sumatera Barat Pergantian Antar Waktu (PAW) masa khidmat 2023–2028 yang digelar secara virtual. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPMI Pusat, Dr. Leck Prie, yang menekankan bahwa pendidikan inklusif merupakan amanat perjuangan pendidikan nasional yang harus diwujudkan bersama.
Pelantikan ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Perdana setelah restrukturisasi pengurus. Ketua Pelaksana, Nurhidayati, S.T., yang juga Kepala MTsN 3 Kota Padang, menyampaikan bahwa Rakor menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara FPMI Sumbar, FPMI Pusat, Kanwil Kemenag Sumbar, serta Kemenag RI. Ia berharap kegiatan ini membuka peran strategis FPMI dalam mendorong pemerataan layanan pendidikan inklusif di seluruh madrasah.
Dukungan kuat datang dari Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Kabid Penmad, H. Hendri Pani Dias, yang mewakili Kakanwil, memberikan apresiasi kepada FPMI atas kontribusinya dalam pengembangan madrasah inklusif. Ia menyebut FPMI sebagai Sitawa Sidingin—penyejuk dan penyemangat—bagi madrasah yang tengah berupaya memenuhi amanat PMA Nomor 1 Tahun 2024 mengenai akomodasi pendidikan layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD). Hendri Pani Dias turut menyoroti tantangan di lapangan, seperti rendahnya kompetensi guru inklusi, minimnya kebijakan teknis, dan kesulitan merancang kurikulum berdiferensiasi. Karena itu, ia menegaskan perlunya pembentukan tim madrasah inklusif di setiap lembaga, pelatihan berkelanjutan, serta percepatan layanan yang lebih konkret.
Selaras dengan itu, dukungan juga disampaikan oleh Direktur KSKK melalui Kasubdit Vokasi, Dr. Ali Masykur. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, keterbukaan, dan persatuan dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menegaskan bahwa FPMI merupakan ruang pengabdian, bukan arena mencari keuntungan, sehingga seluruh pengurus harus mendahulukan koordinasi dan menghindari perpecahan.
Dalam pembinaannya, Ketua Umum FPMI Pusat, Dr. Leck Prie, kembali menekankan visi besar organisasi untuk mewujudkan layanan pendidikan dan lingkungan madrasah yang inklusif secara menyeluruh. Ia memaparkan berbagai program prioritas FPMI, mulai dari penguatan pendataan melalui Data-PBS, perluasan jejaring kolaborasi, pendirian Unit Layanan Disabilitas (ULD), peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan riset dan karya ilmiah, hingga optimalisasi media sosial sebagai sarana edukasi publik. Semua program tersebut diarahkan untuk meneguhkan arus utama (mainstreaming) pendidikan inklusif di seluruh madrasah Indonesia.
Pelantikan Pengurus FPMI PAW Sumbar ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang pendidikan inklusif di Ranah Minang. Dengan sinergi yang kuat, semangat pengabdian yang tulus, dan tekad memperjuangkan kesetaraan, FPMI Sumbar diharapkan mampu menjadi motor perubahan menuju madrasah yang ramah, aksesibel, dan membahagiakan bagi semua peserta didik. Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan hari ini langkah itu telah diayunkan dengan penuh keyakinan.



