hello world!
Published: 17/12/2025

Ketua FPMI Sumatera Barat Nurhidayati Tekankan Penguatan Madrasah Inklusi pada Sosialisasi Kurikulum 2025 di Pasaman Barat

Pasaman Barat, Humas — Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Sumatera Barat, Nurhidayati, ST, menekankan pentingnya penguatan penyelenggaraan madrasah inklusi dalam kegiatan Sosialisasi Madrasah Inklusi dan Implementasi Kurikulum Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kasi Pendidikan Madrasah, pengawas madrasah, kepala madrasah, serta wakil kepala bidang kurikulum dari berbagai jenjang madrasah di Kabupaten Pasaman Barat. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut perubahan regulasi pendidikan madrasah sekaligus upaya penguatan implementasi Kurikulum Tahun 2025 di lingkungan madrasah.

Dalam pemaparannya, Nurhidayati menyampaikan substansi KMA Nomor 1 Tahun 2025 serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 604 dan 758 Tahun 2022 yang menjadi dasar penetapan dan penyelenggaraan madrasah inklusif. Regulasi tersebut menegaskan komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang setara dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

“Melalui regulasi ini, madrasah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang adil dan bermakna bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Madrasah perlu memahami kebijakan sekaligus menyiapkan strategi implementasinya,” ujar Nurhidayati.

Selain itu, ia juga memotivasi peserta untuk mengikuti Diklat Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi melalui MOOC Pintar sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan madrasah. Menurutnya, pemahaman terhadap Profil Belajar Siswa (PBS) serta penerapan asesmen bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) menjadi langkah penting dalam memastikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan madrasah di Kabupaten Pasaman Barat semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Tahun 2025 secara inklusif serta mampu mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siap berdampak di pendidikan bersama Kami?

Hubungi Kami