
Padang, Sumbar -- Dedikasi yang dikerjakan dengan sunyi, ketulusan yang dijalani tanpa pamrih, pada akhirnya selalu menemukan jalannya menuju panggung kehormatan. Itulah yang kini berbuah manis bagi Nurhidayati, S.T., Kepala MTsN 3 Kota Padang, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara Favorit Kepala Madrasah Berdedikasi pada Ajang Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025.
Penghargaan prestisius tingkat nasional ini diraih setelah Nurhidayati tampil memukau dalam sesi presentasi pada 26 November 2025, memaparkan perjalanan kepemimpinan dan dedikasi panjangnya dalam mengembangkan praktik baik madrasah inklusi di MTsN 3 Kota Padang.
Sebuah praktik yang tidak sekadar konsep, melainkan telah hidup, tumbuh, dan memberi makna nyata bagi seluruh warga madrasah.
Di bawah kepemimpinannya, MTsN 3 Kota Padang menjelma menjadi ruang belajar yang ramah bagi semua—tempat di mana setiap peserta didik, tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, sosial, maupun akademik, mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Madrasah tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi rumah kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, empati, dan keberagaman.
Nurhidayati tampil sebagai motor penggerak, bukan sekadar pengelola. Ia menghidupkan nilai inklusi melalui kebijakan, budaya sekolah, penguatan kompetensi guru, hingga pendekatan humanis kepada peserta didik dan orang tua. Dari langkah-langkah kecil yang konsisten itulah, perubahan besar lahir dan akhirnya diakui di tingkat nasional.
Predikat Juara Favorit bukan sekadar angka atau gelar, melainkan suara publik dan apresiasi juri atas kepemimpinan yang menyentuh hati, menggerakkan nurani, dan memberi harapan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu berdiri di garda depan transformasi pendidikan, dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan sebagai fondasi utamanya.
Keberhasilan Nurhidayati bukan hanya milik pribadi atau MTsN 3 Kota Padang semata, melainkan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dan inspirasi bagi madrasah di seluruh Indonesia. Sebuah pesan kuat bergema dari panggung GTK Kemenag RI 2025: ketika dedikasi berpadu dengan visi inklusi, pendidikan akan menemukan wajah terbaiknya.
Nurhidayati menyampaikan bahwa, refleksi penuh harap atas capaian yang diraihnya. Dengan rendah hati ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari gerak yang lebih luas. “Harapannya langkah kecil ini bisa berdampak untuk pendidikan inklusi madrasah di Sumatera Barat,”ujarnya, menegaskan komitmen bahwa dedikasi sejati selalu diarahkan untuk memberi manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan. (Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro)



