



Agam, Humas – Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang setara dan ramah bagi seluruh peserta didik, MIN Kota Bukittinggi sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Madrasah Inklusi pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Muara, Kabupaten Agam ini diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan MIN Kota Bukittinggi sebagai bentuk komitmen madrasah dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep dan praktik pendidikan inklusif yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah.
Hadir sebagai narasumber utama, yang merupakan Ketua FPMI Sumbar, Nurhidayati, serta turut mendampingi Sekretaris FPMI Sumbar, Fatmawati. Dalam sesi pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting yang menjadi fondasi dalam penyelenggaraan madrasah inklusi. Materi pertama membahas pengenalan konsep madrasah inklusi yang menekankan pentingnya keterbukaan dan penerimaan terhadap seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, sehingga setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan.
Materi berikutnya mengulas tentang ragam disabilitas yang perlu dipahami oleh para pendidik. Peserta diberikan wawasan mengenai karakteristik berbagai kebutuhan khusus yang dimiliki peserta didik serta strategi pendampingan yang tepat. Selain itu, Nurhidayati juga menjelaskan manajemen tata kelola madrasah inklusi, mulai dari perencanaan program, penguatan kebijakan, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan kurikulum akomodatif yang mampu menyesuaikan proses pembelajaran, materi, metode, dan sistem evaluasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa. Melalui kegiatan Bimtek ini, MIN Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan madrasah yang adaptif, ramah anak, serta mampu memfasilitasi keberagaman potensi peserta didik. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk berkembang secara optimal.



